RSS

Category Archives: Opini

Kurangnya Figuritas yang Patut dicontoh Penyebab Tawuran di Kalangan Remaja

13541624352076693093Para ahli pendidikan berpendapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun, yang ditandai dengan terjadi perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial. Pada usia tersebut, seorang anak sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dari anak menuju dewasa, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang, yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain, dan dapat juga melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat. (Karimis, 2012)

Hal ini terjadi karena mereka memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas dan pola hidup melalui metoda coba-coba, walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. Salah satu bentuk perilaku menyimpang remaja itu adalah adanya terjadi tawuran antarpelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU/SMK, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus.

Ada yang mengatakan bahwa tawuran itu merupakan sebuah proses di usia remaja untuk mencari jati diri. Saya sepakat jika usia remaja adalah sebuah fase  untuk mengekspresikan darah muda mereka. Tapi, saya kurang sepakat jika hal itu harus dilampiaskan dalam bentuk tawuran karena bisa merusak otak. Pertumbuhan remaja yang baik itu seharusnya dengan menanamkan kreativitas, bukan adu otot atau adu nyali. Penyebab penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan remaja mungkin  berasal  pola kehidupan masyarakat kita.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2013 in Opini, pendidikan

 

Tags: